PUISI
SAMPAN
CINTAKU BERCABANG
Kuhiasi bunga indahku
Dengan komitmen satu tujuan
Kuingin cintaku bunga
Tak hanya mekar dengan kelopak menawan saja
Tapi berbuah, berbiji dan tumbuh menghiasi jagat
ini
Diseperempat
jalan
Kutemui lain bunga baru
mekar
Elok dan baunya jauh
lebih indah
Kuberniat menjadikannya
Kuntum bunga kedua
Pengisi kantong jiwa
cinta hidupku
Sebagai lebah jantan
Kukabarkan keharumanmu
Pada lebah lainya
Tapi kutak ingin mereka
menikmatimu
Sebab yang aku mau
Hanya akulah yang
memilikimu
Menjaga dan merasakan
madumu
Kubinggung saat ini
Perasaan cintaku bercabang
Konflik cinta datang menghampiri
Berulang waktu kujalani
Emosi takut, bahagia dan malu
Tlah tersirat difikirku
Sahabatku
selamanya
Tlah bertutur kata
Sebenarnya kuini lebah
unik
Tapi dalam masalah ini
Seakan terhanyut sistem pelayanan
yang rapuh
Sahabat selamanya menawarkan
Alangkah baik kuluruskan niat
Buat fikiran memikirkan
Gambaran komitmen yang terikrar
Sebab perasaan sang bunga
Laksana air putih yang bersih
Bila tertetes warna lain
Kan sulit kembali rupanya
Jika
cinta masih bercabang
Jadikanlah cintaku
bercabang
Seperti tanda baca
tasdid
Dalam asma Allah
Tak memihak kanan dan
kiri
Teguh pendirian dengan
adil dan bijaksana
Memberi arti kanan
kirinya
Semua terserah padaku
Ingin cinta seperti burung kiwi
Dengan pilihan cerita perjuangan hidup ikan
salmon
Ataukah sebaliknya?
Yakni cinta bercabang
Lebih rumit …
Semangat guz ngaro!
PUISI YANG AKU PERSEMBAHKAN UNTUK SAHABATKU DULU, SEMASA KULIAH.